Kamis, 13 Mei 2010

Menuju Ahklakul Kharimah






Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali r.a. , " Wahai ‘Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.

Penyakit bicara adalah bohong

penyakit ilmu adalah lupa

penyakit ibadah adalah riya’

penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri

penyakit berani adalah menyerang

penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian

penyakit tampan adalah sombong

penyakit bangsawan adalah membanggakan diri

penyakit malu adalah lemah

penyakit mulia adalah menyombongkan diri

penyakit kaya adalah kikir

penyakit royal adalah hidup mewah, dan

penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan…."

Ketika berwasiat kepada ‘Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah SAW bersabda, "Wahai ‘Ali, orang yang riya’ itu punya tiga ciri, yaitu : rajin beribadah ketika dilihat orang, malas ketika sendirian dan ingin mendapat pujian dalam segala perkara. "
Wahai ‘Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo’alah, " Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan siksaan bagiku…"

Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu Mas’ud r.a berkata, " Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an atau datanglah ke majelis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu…"

Senin, 01 Februari 2010

MUAHSYABAH DIRI


Aku kumpulkan sekalian dosa-dosa ku yang menghimpit jiwaku aku melihat seluruh dunia adalah dosa Rata Tengah izinkan daku meletakkan segala dosa di bawah tapak kaki ku.
Aku hadapkan pandangan kepada kebaikan
bila daku melihat diriku yang baik berdatangan diri-diri lain menghijab izinkan daku meletakkan segala kebaikan di bawah dosa-dosa.

Aku berhadapan dengan keinginan-keinginan tanpa dosa jiwa belum tenang keinginan-keinginan mengheret kepada kegelisahan tidak sabar. Wajah keinginan memperlihatkan ego diri takutkan kesusahan dan kehinaan.

Keinginan adalah dosa sebenar
dosa-dosa lain adalah anak-anaknya walaupun anak-anak dikuburkan ibu akan terus melahirkan anak-anak baharu. Bagaimana menghapuskan keinginan bukankah ia adalah diriku sendiri.

Aku melihat kepada diriku terasa kesamaran di sebalik diri yang berkeinginan dalam kesamaran itu wujud diri yang suci murni tanpa keinginan.
Ia tidak dikurung oleh jasad tiada ruang tiada zaman.

Ia sentiasa damai dan tenteram
namun ia tidak diberi kesempatan untuk memperlihatkan wajahnya. Kuburkan diri yang berkeinginan! begitulah ucapan Mu yang ku dengar.

Bila daku mendengar ucapan Mu
aku melihat diri ku berada di tengah-tengah di antara Engkau dan diri yang berkeinginan aku melihat diri yang berkeinginan itu bukanlah diriku yang sejati ia hanyalah bayang-bayang yang muncul dari pancaran cahaya Mu kepadaku yang terhijab mengapa kepada bayang penglihatan ku tertuju sedangkan Engkau adalah cahaya dan aku yang menerima cahaya bayang adalah kegelapan mengapa terpesona dengan kegelapan.

Engkau terangi daku dengan cahaya Mu
untuk ku kenali diriku agar pengenalan itu membuatku melihat cahaya Mu dan mengetahui bahawa cahaya Mu yang paling nyata sedangkan aku dan lain-lainnya adalah zarah-zarah yang terapung-apung di dalam angkasa raya cahaya Mu.

Cahaya Mu yang tanpa warna tanpa rupa adalah kebijaksanaan tanpa tara dengannya segala menjadi nyata. Sekalian wajah-wajah adalah cermin wajah Mu cermin itu adalah keindahan keindahan adalah bayangan wajah Mu keindahan adalah rasa hati bukan bentuk bukan rupa apabila hati mesra di dalam keindahan Mu itulah penatapan wajah Mu bulat, leper, atau panjang putih, kuning atau hijau kelmarin, hari ini atau esok semuanya tidak menjadi soal pada hati yang melihat keindahan wajah Mu. Hati itulah rahsia besar.

Meditasi Himpun Seluruh Alam


Wahai yang tidak aku kenali
ku panjat gunung yang tinggi
sangkaku Engkau berada di puncaknya
namun tidak ku temui Engkau di sana.

Lalu aku terjun dari puncak gunung
jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku.

Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku
aku terbang dengan sayap Rahmani-Mu
mengembara ke seluruh alam maya
namun tidak ku temui Engkau di dalam alam.

Hatiku mengatakan Engkau ada
lalu aku keluar daripada alam
dan aku terjun ke dalam hatiku.

Di sana aku temui kebodohanku
bodohnya aku menyangka akulah Aku
sedangkan Dia jualah Aku
dan aku tiada beserta Dia.

Bila aku tiada beserta Dia
tinggallah Dia sendirian
rindulah Dia kepada diriku
lalu Dia terjun ke dalam hatinya
di sana Dia berjumpa Aku
Aku menyambutnya dengan tersenyum.

Aku dan Dia
Dia dan Aku
bukan dua dan bukan Satu
satu masih berbentuk
masih berjarak titik atas dengan bawah
sedangkan Aku dan Dia

tiada antara
bukan juga titik yang halus
titik yang halus masih menempati ruang

sedangkan Aku dan Dia
tiada rupa tiada bentuk tiada ruang tiada zaman.

Aku adalah Dia
Dia adalah Aku

tiada beza antara Aku dan Dia
bila aku cuba mengenali Dia
aku tidak kenal lagi diriku
aku tidak kenal lagi diri Dia
bila dia cuba mengenali diriku
dia tidak kenal lagi dirinya
dia tidak kenal lagi diriku.

Tiada lagi kenyataan
tiada juga keghaiban.

Pengenalan sebenar adalah tidak kenal
pengetahuan sebenar adalah tidak tahu.

Aku adalah rahsia Dia
Dia adalah rahsia Aku
usah diganggu rahsia ini

Rabu, 18 November 2009

Jurus Khusus

Senin, 02 November 2009

suasana keakrapan

Senin, 06 Juli 2009

Latar Belakang Tenaga Dalam Secara Global



Latar Belakang PB

Perguruan bela diri tenaga dalam sebagai salah satu lembaga pendidikan sekaligus pembinaan keagamaan di indonesia keberadaannya cukup berpengaruh dalam kehidupan dunia pendidikan metal sepiritual. Selain sebagai lembaga pendidikan bela diri, perguruan tenaga dalam tidak hanya berperan mentransformasi ilmu tetapi juga sebagai pembentuk akhlak dan budi pekerti, karena pada intinya pendidikan yang ditanamkan di perguruan bela diri tenaga dalam yan bernafaskan Islam adalah pendidikan watak dan pendidikan agama islam. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang tentang sistem pendidikan nasional adalah:

Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembankan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur (moral yang baik), memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Perguruan bela diri tenaga dalam merupakan lembaga yang mendidik serta mengembangkan potensi atau kemampuan emosional yang ada dalam diri manusia yang masih terpendam, banyak cara untuk membangkitkan potensi tersebut salah satu di antaranya adalah dengan mengolah nafas manusia yang di nilai terdapat banyak rahasia terpendam dan salah satunya merupakan unsur kehidupan manusia.

Hal tersebut sesuai dengan tujuan pemerintah dalam mengembangkan seni oleh pernafasan yang dapat menciptakan sekeimbangan emosional diri seseorang sebagaimana Keputusan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor :0006/Menpora/87 tentang pembentukan asosiasi gerak pernafasan dan persendian Indoensia, menjelaskan bahwa :

Tumbuh dan berkembangnya berbagai organisasi senam pernafasan dan persendian memberikan dampak positif bagi upaya terbentuknya manusia yang sehat jasmani dan rohani yang di perlukan dalam menunjang pembangunan nasional dan dalam rangka menyukseskan panji olahraga “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat”di pandang perlu untuk mengembangkan jenis-jenis olahraga masyarakat yang bersifat masal sesuai dengan persyaratan 5-M ( murah, meriah, menarik dan massal)

Kesehatan merupakan harta yang paling berharga yang dimiliki oleh manusia sehingga dituntut untuk selalu menjaganya dan kesehatan bukan hanya yang lahir atau yang nampak saja akan tetapi yang batin juga karena jiwa yang sehat terletak pada badan yang sehat Sedangkan obat-obatan yang ditawarkan oleh dokter hanya berfokus pada kesehatan jasmani saja yang tidak dapat menembus kepada hal-hal rohani.

Kesehatan Rohani yang mungkin selama ini di anggap remeh namun ternyata besar sekali pengaruhnya pada pembentukan mental manusia sehingga tidak dapat mengaplikasikan nilai-nilai kemanusiaan yang dimilikinya.

Allah berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 188 yang berbunyi :

Artinya : “ Katakanlah, Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudian kemudharatan kecuali yang di kehendaki Allah(QS.Al-A’raf : 188)

Berangkat dari pemahaman tersebut maka Perisai Buana, sebagai salah satu perguruan yang menyatukan antara Zikir, Nafas dan Gerak mengadakan kegiatan dibidang kerohanian, sehingga nantinya akan melahirkan kader yang sehat jasmani dan rohani.

Dalam konteks inilah, Perguruan Perisai Buana sebagai organisasi atau sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan potensi diri yakni bela diri tenaga dalam yang di balut dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam.

Sesuai dengan visi yang dicanangkan, maka perguruan bela diri tenaga dalam perisai buana yang bernafaskan islam tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan agama juga mendidik siswanya untuk menerapkan nilai-nilai relegius di dalam kehidupan sehari-hari serta bentuk-bentuk pelatihan bela diri tetapi lebih dari itu pembinaan seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir bersama, amaliyah-amaliyan untuk di amalkan dalam kehidupan sehari-hari, tafakur alam, meditasi dan segiatan lainnya secara berkala tetap di lakukan. (Akbar Pamungkas. S.Sos.I)

Minggu, 17 Mei 2009

Sepak Bola Api















Olah raga sepak bola adalah merupakan salah satu jenis olah raga yang paling di minati di seluruh dunia tidak terkecuali di Samarinda bahkan anak-anak perisai buana baik dalam bentuk futzal maupun takraw.

Agar olah raga tersebut mempunyai nilai tantangan lagi maka di buatlah permainan sepak bola namun dengan menggunakan bola yang terbakar oleh api panas sehingga mempunyai nilai lebih tersendiri.



Dan sebenarnya olah raga tersebut merupakan warisan dari nene moyang sejah ratusan tahun yang lalu, tradisi itupun masih di pakai oleh beberapa perguruan silat di indonesia tanpa terkecuali perisai buana.



Namun yang membedakan dalam perisai buana adalah permainan tersebut tidak menggunakan mantera baik berupa jampi-jampi kepada si bola api maupun si pemain, jua tidak menggunakan minyak-minyak yang dinailai keramat apalagi sesajen dan klenik lainnya.



Akan tetapi murni kekuatan asli yang telah berada di dalam diri manusia sejak mereka di lahirkan, karena energi atau kekuatan tersebut merupakan anugerah dari Allah Tuhan Yang Maha Esa.



Untuk tetap merasa tuhanlah yang memiliki segalanya maka memang harus menggunakan zikir, fungsi zikir disini adalah sebagai penyejuk hati agar tidak timbul rasa sombong, riya, ujub dll, sekaligus menjaga dari gangguan jahat baik yang nampak maupun tidak.